“Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Tegas, Transparan, Akuntabel, Amanah dan Berakhlak Mulia menuju Desa Lompotoo yang Sejahtera dan Maju”
Belum ada bagan yang ditambahkan.
Setiap era memiliki cerita. Inilah tonggak sejarah yang membangun desa kami.
1855
Desa Lompotoo didirikan pada tahun 1855. Nama "Lompotoo" berasal dari bahasa Suwawa yang terdiri dari dua kata, yaitu “Lompo” yang berarti "berkelompok" dan “To’o” yang berarti "mampu" atau "bisa". Secara makna, nama ini mencerminkan kehidupan masyarakat pada masa lalu yang meskipun hidup secara berkelompok, tetap mampu bersatu, sejalan dengan semboyan bangsa Indonesia, “Bhinneka Tunggal Ika”, yang berarti "berbeda-beda tetapi tetap satu jua". Di Desa Lompotoo, terdapat tiga bahasa yang umum digunakan oleh masyarakat, yaitu bahasa Suwawa, bahasa Gorontalo, dan bahasa Indonesia. Dahulu, mayoritas penduduk menggantungkan hidup dari sektor perkebunan, pertanian, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, sekitar tahun 1900-an, aktivitas pertambangan mulai dibuka di wilayah ini. Sejak saat itu, mata pencaharian masyarakat mulai beralih ke sektor pertambangan, yang turut mendorong peningkatan kondisi perekonomian Desa Lompotoo secara keseluruhan.
Informasi geografis dan batas wilayah Desa
Utara
Desa Tapadaa
Timur
Desa Tinemba
Selatan
Sungai Bone
Barat
Desa Tolomato
Luas Desa
300 Ha
Jumlah Penduduk
736 Jiwa